Salam Pramuka!
Pembaca bagaimana kabar Anda semua? Lama kita tidak bertemu. Saat ini saya tengah hadir dalam kegiatan Kursus Orientasi Singkat Kwarcab Cianjur 2013 bagi Kepala PAUD dan RA se Kwarcab Cianjur, yang berlangsung di Gedung Bale Kitri Kompleks Sekretariat Kwartir Cabang Cianjur, Jln. Pramuka No 2 Sukamulya Cianjur.
Tugas saya adalah menjadi narasumber (penyaji materi) dengan materi Sosialisasi Program Kepramukaan Prasiaga.
Saya berjanji pada peserta menyampaikan bahan-bahan materi dalam bentuk softcopy. Berikut adalah materi yang saya mau bagikan. Silakan mengunduhnya langsung.... dan semoga bermanfaat.
1. Slide Prasiaga sebagai inovasi kepramukaan di Kwarcab Cianjur. Silakan unduh disini.
2. Slide Alamat narasumber. Unduh disini!
3. File Syarat-syarat Kecakapan Umum Prasiaga (materi kurikulum-indikator). Silakan unduh disini.
4. File (revisi )Panduan Penyelenggaraan Program Kepramukaan Prasiaga di Kwarcab Cianjur. Silakan unduh disini.
5. Slide Seragam Pramuka terbaru (2012). Silakan unduh disini.
Pesan saya, jangan hanya sampai KOS saja. Silakan Bapak Ibu semua dapat mengikuti Kursus Mahir Pembina Mahir tingkat Dasar (KMD).
Motto IRWAN MAULANA
.
Thursday, December 5, 2013
Saturday, October 19, 2013
KML PENGGALANG KWARCAB CIANJUR 2013 : SKK/SPG dan TKK/TPG
Salam Pramuka,
Ketika tulisan ini dibuat, saya tengah melatih pada Kursus Pembina Mahir Tingkat Lanjutan di Kwartir Cabang Cianjur.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 18-23 Oktober 2013 di Komplek Kwartir Cabang Cianjur.
Ada beberapa materi yang ingin saya share :
1. Materi SKK dan TKK silakan unduh disini
2. Materi SPG dan TPG silakan unduh disini
Selamat mengunduh...
TAMBAHAN
Untuk Laporan Bulanan Narakarya setelahnya KML, pada prinsipnya sama dengan Narakarya 1 (dulu: pemantapan/pengembangan KMD). Silakan bagi yang membutuhkan dapat lihat/unduh format laporan disini
.
Ketika tulisan ini dibuat, saya tengah melatih pada Kursus Pembina Mahir Tingkat Lanjutan di Kwartir Cabang Cianjur.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 18-23 Oktober 2013 di Komplek Kwartir Cabang Cianjur.
Ada beberapa materi yang ingin saya share :
1. Materi SKK dan TKK silakan unduh disini
2. Materi SPG dan TPG silakan unduh disini
Selamat mengunduh...
TAMBAHAN
Untuk Laporan Bulanan Narakarya setelahnya KML, pada prinsipnya sama dengan Narakarya 1 (dulu: pemantapan/pengembangan KMD). Silakan bagi yang membutuhkan dapat lihat/unduh format laporan disini
.
Wednesday, September 25, 2013
Dad A Son's first hero and A Daughter's first love
Pulang dari aktivitas yang melelahkan, bakda Isya saya biasa bercengkrama dengan istri mengenai masalah keluarga, khususnya anak-anak kami. Ada bahasan yang menarik mengenai cinta pertama seorang anak perempuan. Saya jadi teringat akan ungkapan, yang jadi judul postingan ini. Saya jadi teringat tulisan yang ada di IndonesiaOptimis.com berikut. Terima kasih IndonesiaOptimis.com. Semoga kita bisa mengambil manfaatnya. Selamat membaca!
Ungkapan Dad A Son's first hero and A
Daughter's first love cukup dikenal di masyarakat barat. Bagaimana seorang
ayah menjadi pahlawan pertama bagi anak laki-laki dan menjadi cinta pertama
bagi anak perempuannya. Sekilas terlihat sederhana, wajar namun ternyata
membutuhkan upaya sungguh-sungguh untuk mewujudkannya. Bukan hanya itu, namun
hikmah dari hal tersebut ternyata luar bisa dikemudian hari bagi perkembangan
anak-anak.
Saya mengingat ungkapan tersebut justru saat
ditanya dalam sebuah kesempatan seminar tentang Pendidikan Anak (Tarbiyatul
Aulad). Salah seorang peserta menanyakan apakah ada perbedaan khusus dalam
mendidik anak laki-laki dan perempuan ?. Barangkali pertanyaan ini jika
ditanyakan kepada pakar parenting yang sesungguhnya, mungkin membutuhkan
jawaban yang panjang dan detil. Begitu pula jika dituliskan, bisa jadi malah
layak dibuat sebuah buku khusus tentang hal tersebut. Namun saya mencoba
menjawab dengan mengingat ungkapan di atas Dad A Son's first hero and A
Daughter's first love, yang ternyata juga sempat saya terima saat saya
mengikuti workshop keluarga.
Tentang sosok ayah menjadi pahlawan bagi anak laki-laki misalnya. Yaitu bagaimana ayah tampil untuk mentransfer jiwa-jiwa keberanian, ksatria dan kepahlawanan pada anak laki-lakinya. Dan sepertinya ini memang khusus bidangnya ayah ? Mengapa bukan ibu dan ibu guru di sekolah ?
Tentang sosok ayah menjadi pahlawan bagi anak laki-laki misalnya. Yaitu bagaimana ayah tampil untuk mentransfer jiwa-jiwa keberanian, ksatria dan kepahlawanan pada anak laki-lakinya. Dan sepertinya ini memang khusus bidangnya ayah ? Mengapa bukan ibu dan ibu guru di sekolah ?
Ust Irwan Renaldi seorang pakar parenting
pernah menyampaikan hasil pengamatannya, bahwa hampir sebagian besar guru TK
anak-anak kita adalah kaum wanita, ibu guru, bunda atau usatdzah biasa disebut.
Nah bisa dibayangkan saat seorang anak laki-laki, yang semestinya mendapatkan
kisah-kisah heroik seperti Umar bin Khottob, tapi karena kisah itu muncul dari
gambaran seorang ustadzah yang lembut nan gemulai, maka sosok tegas Umar tidak
akan bisa masuk dalam benak anak-anak kita dengan baik. Mereka mendapatkan hal
yang unik berbeda, antara kisah Umar yang tegas tapi diperankan oleh seorang
bunda yang lembut terkesan lemah.
Itu baru sekedar tentang gaya bercerita, belum lagi soal tantangan fisik yang harus diperkenalkan kepada anak laki-laki kita, seperti bermain lumpur, panjat pohon, dan yang semacamnya, tentu tidak bisa dibebankan kepada ibu guru di sekolah bahkan ibunya di rumah. Maka seorang ayah harus tampil memastikan jiwa keberanian, ksatria, pengorbanan itu tumbuh pada diri anak-anak mereka, baik melalui dongeng kisah heroik maupun langsung praktik di lapangan. Semua ini ternyata berselaras dengan apa yang dianjurkan pada sosok ayah dalam agama kita.
Itu baru sekedar tentang gaya bercerita, belum lagi soal tantangan fisik yang harus diperkenalkan kepada anak laki-laki kita, seperti bermain lumpur, panjat pohon, dan yang semacamnya, tentu tidak bisa dibebankan kepada ibu guru di sekolah bahkan ibunya di rumah. Maka seorang ayah harus tampil memastikan jiwa keberanian, ksatria, pengorbanan itu tumbuh pada diri anak-anak mereka, baik melalui dongeng kisah heroik maupun langsung praktik di lapangan. Semua ini ternyata berselaras dengan apa yang dianjurkan pada sosok ayah dalam agama kita.
Tentang menceritakan kisah-kisah sejarah dan
kepahlawanan, seorang sahabat pernah mengungkapkan : Dahulu kami mengajarkan
sejarah peperangan Rasulullah SAW, sama sebagaimana kami mengajarkan AlQuran
pada anak-anak kami". Adapun tentang tantangan fisik, sejak awal
Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk menempa anak-anak kita dengan olahraga
fisik yang menjadikannya sehat lagi kuat, beliau bersabda : " Ajarkanlah
anak-anakmu berenang, menunggang kuda, dan memanah" (HR Ahmad). Dengan
itulah insya Allah seorang ayah menjadi 'first hero' yang mengajarkan
keberanian dan keteguhan pada anak laki-lakinya. Jika lalai dan menggampangkan
soal ini, bisa jadi anak laki-laki kita tumbuh tanpa ketegasan dalam diri,
lebih parah lagi sikap lemah gemulai yang tak wajar bagi kehidupannya.
Adapun tentang cinta pertama bagi anak perempuan, saya teringat dengan apa yang disampaikan oleh pakar parenting juga ibu Emmy Sukresno dalam sebuah kesempatan seminar di Solo. Beliau mengingatkan para ayah untuk tidak sungkan dalam berbagi kasih sayang kepada putri mereka, baik dalam bentuk belaian, sentuhan, pelukan bahkan memangku.
Terkadang ada perasaan sungkan dan ragu pada sang ayah mengingat putri mereka yang kian hari bertambah besar. Ibu Emmy Sukresno justru menyatakan, bahwa ketika anak putri sudah mendapatkan belaian kasih sayang dari sang ayah yang nota bene seorang laki-laki, maka pada saatnya nanti saat sang putri sudah beranjak dewasa, mereka tidak akan 'caper' dan 'genit' kepada teman laki-lakinya di sekolah, karena telah mendapatkan kasih sayang dari sang ayah. Hal yang sederhana tetapi ternyata berefek luar biasa bagi masa depan anak-anak kita.
Adapun tentang cinta pertama bagi anak perempuan, saya teringat dengan apa yang disampaikan oleh pakar parenting juga ibu Emmy Sukresno dalam sebuah kesempatan seminar di Solo. Beliau mengingatkan para ayah untuk tidak sungkan dalam berbagi kasih sayang kepada putri mereka, baik dalam bentuk belaian, sentuhan, pelukan bahkan memangku.
Terkadang ada perasaan sungkan dan ragu pada sang ayah mengingat putri mereka yang kian hari bertambah besar. Ibu Emmy Sukresno justru menyatakan, bahwa ketika anak putri sudah mendapatkan belaian kasih sayang dari sang ayah yang nota bene seorang laki-laki, maka pada saatnya nanti saat sang putri sudah beranjak dewasa, mereka tidak akan 'caper' dan 'genit' kepada teman laki-lakinya di sekolah, karena telah mendapatkan kasih sayang dari sang ayah. Hal yang sederhana tetapi ternyata berefek luar biasa bagi masa depan anak-anak kita.
Dalam Islam pun anjuran untuk memeluk dan
mencium anak jelas disebutkan, bagaimana Rasulullah SAW memeluk dan mencium
cucunya, hingga ketika ada seorang yang lewat merasa kaget dan asing karena ia
tak biasa melakukannya, padahal ia sendiri memiliki 10 orang anak yang tak
seorangpun pernah
Satu lagi pekerjaan rumah bagi siapa saja yang ingin menjadi sosok ayah kebanggaan dan kecintaan putra-putri mereka. Semoga bermanfaat dan salam optimis. |
Tuesday, September 17, 2013
STORY TELLING DI LT 3 KWARCAB CIANJUR
Lomba Regu Pramuka Penggalang merupakan salah satu cara untuk
mempersiapkan kader bangsa yang memiliki kepribadian dan kepemimpinan yang
berjiwa Pancasila, disiplin, sehat mental, moral, fisiknya, berjiwa patriot,
mampu berkarya dengan semangat kemandirian, peduli dan berkomitmen terhadap
Kode Kehormatan Pramuka.
Salah satu mata lomba yang akan digelar adalah Lomba Pidato Bahasa Inggris untuk penggalang yang berpangkalan di SLTP. Sajian pidato dalam bentuk "story telling". Berikut adalah petunjuk teknis lomba tersebut.
Teknis Lomba
Pidato Bahasa Inggris ( Story Telling)
Tujuan : Untuk
meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sebagai bahasa internasional
Waktu : Senin,
23 September 2013, pukul 16.30-17.30.00 wib
tempat : perkemahan induk
Peserta : Masing-masing
regu diwakili 1 orang
Proses dan
Prosedur :
a. Mendaftar
b. Menyampaikan bahan cerita
c. Waktu pelaksanaan 6 menit
d. Tema Story telling about legendary story
in Indonesia
Aspek Penilaian : Kesesuaian dengan tema, intonasi, penyampaian komunikatif, penguasaan dengan
audiens, penggunaan bahasa yang baik dan
benar, ketepatan waktu.
Perlengkapan
Peserta : Peserta membawa teks pidato
Penanggung jawab :
Bidang Kegiatan, subsie Kelompok IV
Petugas : Diatur sendiri
Juri : Diatur
sendiri
CARI INDONESIAN STORY UNTUK LT3 ?
Jika belum memiliki cerita untuk
LT 3 lomba Bahasa Inggris "STORY TELLING", silakan berkunjung ke http://ceritarakyat.50webs.com/ Semoga bermanfaat!
Subscribe to:
Posts (Atom)


