Motto IRWAN MAULANA

" MUN TEU NGARAH MOAL NGARIH, MUN TEU NGAKAL MOAL NGAKEUL ".

Thursday, May 30, 2013

PRASIAGA.... INOVASI KEPRAMUKAAN KWARCAB CIANJUR BAGI ANAK DIBAWAH 7 TAHUN

PRASIAGA?... kata yang aneh?

Tidak juga....!

Di Kwarcab Cianjur, kata "Prasiaga"  sudah tidak aneh. Sejak tahun 2010 kata itu secara resmi telah digunakan menjadi sebutan bagi kelompok anak usia dibawah 7 tahun yang mengikuti kegiatan kepramukaan. Mula-mula ada di lingkungan Taman Kanak-kanak (TK), kemudian berkembang ke lingkungan Raudhatul Atfal (RA) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Prasiaga di Kwarcab Cianjur, merupakan gagasan yang "buttom up". Muncul dari para guru TK yang memiliki pengalaman menyenangkan semasa mereka aktif sebagai pramuka, namun ketika mereka mengajar TK, kesempatan aktif di kepramukaan sepertinya tiada. Padahal sehari-hari mereka mengurus TK yang sangat membutuhkan "metode-metode yang menyenangkan".

Hal itu, tidak saja dirasakan oleh seseorang, namun banyak guru TK yang merasakannya. Perasaan yang sama ini, membawa pada timbulnya gagasan menyelenggarakan acara semisal kepramukaan. Akhirnya pada awal Mei 2008 dilaksanakanlah sebuah perhelatan "kepramukaan" bagi anak-anak TK yang dilaksanakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanaK Indonesia (IGTKI) Cianjur, berupa perkemahan dan lomba bagi TK.





Kehadiran Wakil Bupati Cianjur Bapak Drs.H. Dadang Sufianto, MM dalam acara tersebut merupakan momentum bagus, karena beliau sebagai Ketua Kwarcab Cianjur pada waktu itu. Atas gagasan yang disampaikan kepada beliau mengenai pentingnya kepramukaan bagi anak prasekolah, beliau menyambutnya dengan mencanangkan kegiatan kepramukaan Prasiaga di Kabupaten Cianjur. Dari Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas Kab. Cianjur inilah kemudian laksana bola salju program kepramukaan Prasiaga bergulir.

Kata "Prasiaga" sebenarnya hanya upaya untuk mencari nama yang mudah. Pramuka sendiri sebagai peserta didik dalam Gerakan Pramuka dimulai dari usia 7 tahun. Pramuka usia 7-10 tahun dikenal dengan sebutan Siaga.  Maka ketika mencari nama yang bisa mewakili sebutan bagi peserta didik kepramukaan dibawah 7 tahun, tercetuslah ide Kak Dadang Sufianto menggunakan kata "pra" yang artinya sebelum, dengan menambahkankannya didepan kata "Siaga". Jadilah kata "Prasiaga".



Untuk menyiapkan panduan penyelenggaraan program kepramukaan Prasiaga, Kwarcab Cianjur menunjuk Tim Penyusun buku panduan. Dalam kapasitas sebagai Andalan Cabang urusan Penelitian dan Pengembangan, saya bangga dapat turut serta sebagai Ketua Tim. Beserta dengan pengurus Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) dalam beberapa kali pertemuan akhirnya dapat dirumuskan sebuah buku panduan. 

Dalam proses perumusan panduan, Tim sepakat bahwa fungsi Program Kepramukaan Prasiaga adalah

1.  Partisipasi, yaitu wujud partisipasi aktif Gerakan Pramuka dalam penguatan Pendidikan Anak Usia Dini.
2.  Orientasi, yaitu merupakan pengenalan kegiatan kepramukaan sejak dini  sehingga mereka tertarik mengikuti kegiatan kepramukaan pada jenjang pendidikan selanjutnya.
3.  Variasi, yaitu memberikan alternatif bentuk kegiatan dan metodenya dengan kegiatan yang rekreatif, kreatif dan edukatif sesuai dengan ciri khas Gerakan Pramuka;
4.  Optimalisasi, yaitu potensi anak yang demikian baik pada masa “golden age” dioptimalkan dengan beragam kegiatan yang dapat menstimulasi tingkat perkembangannya yang diharapkan menjadikannnya generasi yang lebih berkualitas;
5.  Internalisasi, yaitu menanamkan nilai-nilai  dan norma hidup lainnya terutama nilai kemandirian, kepahlawanan, rasa kebangsaan dan sebagainya sejak dini, sehingga akan sangat membekas pada kehidupannya.
 
Setelah perumusan selesai, hasil kerja Tim Penyusun dilaporkan ke Kwarcab Cianjur. Akhirnya Kwarcab Cianjur menerbitkan panduan pada bulan Maret 2010. Panduan ini disebut Panduan Penyelenggaraan Program Kepramukaan Prasiaga di Kabupaten Cianjur. Tujuannya agar setiap lembaga pendidikan yang ingin menyelenggarakan program kepramukaan prasiaga dapat menyelenggarakannya sesuai yang diharapkan dan memenuhi standar Kwarcab Cianjur.  

Dalam perkembangannya, ternyata gagasan program kepramukaan prasiaga juga diikuti oleh Kwarcab lain, bahkan kwarcab dari Kwarda di luar Jawa Barat. Ini menggembirakan! Karena itu pula pada 18 Maret 2010, dalam Peresmian Gedung Kwarcab Pramuka Cianjur yang dihadiri Menpora, Ka  Kwarnas, dan Ka Mabida Jabar (Gubernur Jawa Barat), Kwarcab Cianjur menyampaikan panduan tersebut dengan harapan mendapat perhatian dan direspon dalam skala yang lebih luas.



Alhamdulillah, ternyata dalam Munaslub 2012, eksistensi Prasiaga telah tercatat di Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, Bab V Organisasi Bagian Kesatu Keanggotaan, Pasal 37 ayat (3), dinyatakan, “untuk anak-anak yang belum berusia 7 tahun dapat ditampung dalam kelompok prasiaga.”

Untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidiknya, Kwarcab Cianjur telah penyelenggarakan kegiatan Kursus Pembina bagian Dasar bagi para guru TK/RA/PAUD. Kemudian menyelenggarakan lokakarya dan beberapa kegiatan lainnya.

Seiiring perkembangan waktu dan banyaknya tuntutan perubahan dan penyempurnaan khususnya terkait dengan Kurikulum (SKU-SKK), pakaian seragam dan tanda pengenal  maka dalam waktu dekat Kwarcab Cianjur akan menyelenggarakan kegiatan Penyempurnaan Panduan Penyelenggaraan Prasiaga di Kwarcab Cianjur.

Untuk lebih detail dan  bagi yang membutuhkan Panduan Penyelenggaraan Program Kepramukaan Prasiaga Kwarcab Cianjur Tahun 2010,silakan dapat UNDUH DISINI.


Semoga saja, prasiaga tetap eksis baik di Cianjur ataupun pada skala lebih luas. Harapan kami pula, semoga program kepramukaan prasiaga bisa terus berkembang memberi banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang ada dilingkungan prasekolah.

Untuk Slide Powerpoint silakan UNDUH DISINI


Monday, May 27, 2013

BEKAL UNTUK AKREDITASI GUDEP


Salam Pramuka!
Kakak-kakak yang saya hormati, bagi Kakak yang akan mengikuti acara SOSIALISASI AKREDITASI GUDEP... dimana saja Kakak berada, khususnya untuk Kwarran Cugenang, Bojongpicung dan Pacet di kurun waktu 28-29 Mei 2013 ini. Silakan jika membutuhkan file-file materi dapat mengunduh disini.

1. Pedoman Akreditasi Gudep, Keputusan Kwarnas No. 203 Tahun 2011 UNDUH DISINI
2. Dokumen dan Instrumen online Akreditasi Gudep UNDUH DISINI
3. Petunjuk Penyelenggaraan Gugus Depan Pramuka UNDUH DISINI
4. Slide Powerpoint : Akreditasi Gudep (versi nyantei Kak Irwan) UNDUH DISINI
5. Slide Alamatku UNDUH DISINI

Selamat dan sukses!

Sunday, May 26, 2013

KODE ETIK PELATIH PEMBINA PRAMUKA

Beberapa hari yang lalu, kata "Kode Etik Pelatih" membahana di Pusdiklatcab Cianjur. Disamping karena jadi materi Pitaran Pelatih, namun juga, saat ini ada nuansa kerinduan mengenai perlunya para pelatih memperhatikan kembali pengamalan kode etik ini. 

Terpilihlah 4 orang yang ditugaskan untuk merumuskan kehadiran kode etik pelatih secara tertulis bagi para Pelatih Pembina di lingkungan Pusdiklatcab Cianjur .

Keempat orang yang ditugaskan tersebut adalah Kak Jenal Abidin sebagai Ketua, Irwan Maulana sebagai Sekretaris, dan Kak Cheppy dan Kak Rahmat Yatin sebagai Anggota.

Tulisan ini saya buat sebagai catatan awal pemikiran saya mengenai KODE ETIK PELATIH.

Pembaca yang baik hati,  Pelatih Pembina Pramuka adalah seorang yang seharusnya berfikir, bersikap dan bertindak profesional. Saya menganggap Pelatih adalah pekerjaan profesional dalam arti tidak sembarang orang mampu melakukannya dan harus dibarengi dengan disiplin ilmu yang mendukung. Karena itu catatan awal saya, menghubungkan kode etik pelatih dengan kode etik profesi.

Menurut Wikipedia: kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum. Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.

Dari definisi diatas saya ambil hal inti, bahwa KODE ETIK PELATIH adalah tatanan etika yang disepakati oleh para pelatih sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan tugasnya agar bisa bertugas secara profesional dengan memberikan pelayanan kepelatihan yang baik dan terhindar dari sikap dan perbuatan yang tidak profesional.

Selanjutnya..... TO BE CONTINOUED




Saturday, May 25, 2013

QUE SERA SERA....



Adib dan Imut anakku.....suka lagu ini.


When I was just a little girl,
I asked my mother, "What will I be?
Will I be pretty?
Will I be rich?"
Here's what she said to me:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."

When I was just a little boy,
I asked my mother, "What will I be?
Will I be handsome?
Will I be rich?"
Here's what she said to me:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."
=======================================================
When I was just a child in school,
I asked my teacher, "What will I try?
Should I paint pictures?
Should I sing songs?"
This was her wise reply:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."

When I grew up and fell in love,
I asked my sweetheart, "What lies ahead?
Will we have rainbows
Day after day?"
Here's what my sweetheart said:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."


Now I have children of my own.
They ask their mother, "What will I be?
Will I be handsome?
Will I be rich?"
I tell them tenderly:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be.
Que sera, sera!"

written by Jay Livingston and Ray Evans

^_^

Seorang gadis kecil bertanya pada ibunya tentang masa depannya.
Apakah dia bisa jadi kaya dan ayu?
Ataukah dia akan jadi miskin papa?
 

Sang Ibu dengan bijak menjawab :
Biarlah masa depan mengalir dengan sendirinya.
Tugas manusia hanyalah berusaha untuk meraihnya.
Bukan menentukan.
Bukan pusing memikirkannya.
Biarlah masa depan tetap menjadi masa depan.
Tidak perlu dikhawatirkan dari sekarang.
Biarlah yang akan terjadi di masa depan terjadilah!
 

Que Sera Sera!
Apa yang akan terjadi, terjadilah!
Biarlah jiwa ksatria tumbuh dalam jiwa manusia
Tabah dalam menghadapi kenyataan yang akan dihadapi di masa depan.
Nikmati masa sekarang, pasrah pada-Nya tentang masa depan.

^_^

Sebuah lagu keren tentang hidup sekarang dan hidup di masa depan. Lagu yang dipetik dari sound track film Alfred Hitchcock ini menarik garis tegas untuk membatasi rasa takut. Seolah-olah hendak berpesan untuk hiduplah di masa sekarang!

Jangan takuti masa depan!. Jangan biarkan masa depan membuat manusia resah dan gelisah sejak saat ini. Jangan biarkan rasa resah dan gelisah menghalangi langkah manusia dalam mempersiapkan masa depan. Jangan sampai kebahagiaan saat ini dikacaukan oleh kekhawatiran tentang masa depan. 


Biarlah kekhawatiran masa depan berada di masa depan, jangan dipaksa hadir sekarang. Biarlah keindahan bunga-bunga padang rumput dimusim hujan menghiasi kehidupan manusia, tanpa diganggu pikiran bahwa bunga-bunga itu akan kering di musim kemarau.

^_^

Que Sera-sera (Whatever Will Be)
written by Jay Livingston and Ray Evans
for Alfred Hitchcock's 1956 re-make of his 1934 film
"The Man Who Knew Too Much" starring Doris Day and James Stewart.
Recorded by Doris Day