Motto IRWAN MAULANA

" MUN TEU NGARAH MOAL NGARIH, MUN TEU NGAKAL MOAL NGAKEUL ".

Tuesday, May 21, 2013

Inilah, gambar Plang dan Kop Surat untuk Kwartir dan Gudep sesuai ketentuan terbaru!

Papan Nama untuk Kwartir Nasional
Image
 Papan Nama untuk Kwarda, Kwarcab dan Kwarran
Image 
Image 
Image 
 Papan Nama Gugusdepan
Image 
Papan Nama Gugusdepan
Gudep membuat dan memasang papan nama masing-masing dengan ketentuan sebagai berikut:
a) Papan nama berbentuk segi empat panjang, dengan bahan kayu, seng atau bahan lain.
b) Ukuran papan nama diatur sebagai berikut :
     Kwartir Nasional : 500 cm x 166 cm.
      Kwartir Daerah    : 390 cm x 120 cm
      Kwartir Cabang   : 330 cm x 100 cm
      Kwartir Ranting    : 200 cm x 80 cm
      Gugusdepan         :200 cm x 60 cm
c) Besarnya gambar dan huruf disesuaikan dengan ukuran papan nama .
d) Warna papan nama:
Bidang lambang Tunas Kelapa :
a. Warna dasar :
    Kwartir Nasional : Kuning
      Kwartir Daerah    : Merah
      Kwartir Cabang   : Hijau
      Kwartir Ranting    : Merah Muda
      Gugusdepan         :Hijau Muda
b. warna lambang Tunas Kelapa : hitam
Bidang lambang Wosm :
a. Warna dasar :Ungu.
b. Warna lambang WOSM :Putih
Bidang huruf
a. Warna dasar : Coklat muda
b. Warna huruf : Hitam

Ketentuan plang bersumber dari Sismintir No. 162 A tahun 2011.


BERIKUT INI CONTOH BENTUK KOP SURAT:

Berdasarkan SK Kwartir Nasional Nomor 045 tahun 2011, Kepala surat pada setiap surat yang dikeluarkan oleh Kwartir/ gugusdepan  format seperti di bawah ini :

Image

Mari kita sesuaikan kelengkapan Administrasi kita
dengan ketentuan yang berlaku...!

Kurikulum KMD baru lho?!


Kemarin, dalam rangka memenuhi undangan Kwarran Campaka, saya menyampaikan materi Sosialisasi Akreditasi Gugus Depan. Kegiatan yang berlangsung di Gedung SMKN 1 Campaka ini, Alhamdulillah berjalan dengan lancar. 

Seperti biasanya, bicara akreditasi gudep mesti akan membahas masalah pengelolaan Gudep. Dalam dialog ditemukan fakta, bahwa sebagian besar peserta kegiatan belum pernah mengikuti Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar (KMD). Saya mengajak mereka untuk segera mengupayakan mengikuti KMD.

Tergerak oleh kepentingan memotivasi para pembina agar mengikuti KMD, saya sajikan tulisan ini.

Kakak-kakak, sejak tahun 2011, Kwartir Nasional telah melakukan perubahan tentang pedoman kursus bagi Pembina Pramuka Mahir baik tingkat dasar maupun lanjutan. Perubahan ini dilakukan dalam rangka upaya peningkatan pendidikan kepramukaan dan sebagai langkah nyata revitalisasi Gerakan Pramuka sehingga Pusdiklat mampu menyediakan Tenaga pendidik yang berkualitas.

Kurikulum dan materi kursus disesuaikan dengan keadaan masa kini, yang merupakan penyempurnaan dari pedoman kursus pembina sebelumnya  ( No. 090 tahun 2001).

Berikut ini adalah kurikulum berdasarkan Surat Keputusan Kwartir Nasional nomor : 200 tahun 2011 tentang Pedoman Panduan Kursus Pembina Pramuka Mahir.


Karena itu, pada Kakak-kakak yang belum KMD , ayo ikut KMD...!

Thursday, May 2, 2013

Bagaimana UPACARA PRAMUKA SIAGA?

Terulang kembali, setiap aku turun ke lapangan, ada saja pertanyaan yang menggelitik. Beberapa pembina menanyakan padaku yang mana yang benar tata upacara pembukaan latihan siaga. Jadi tergerak menulis lagi di blog ini....!

Oke, Bismillahirrohmanirrohim...pembahasan upacara bagi pramuka siaga dimulai...!  (he he he)

Upacara di Gerakan Pramuka sebenarnya telah diatur dalam sebuah petunjuk penyelenggaraan (jukran-dulu disebut PP). Jukran tersebut adalah Keputusan Kwarnas No. 178 tahun 1979 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Upacara di dalam Gerakan Pramuka.

Kegiatan  upacara  dalam  Gerakan  Pramuka  merupakan  salah  satu  alat pendidikan  untuk  membiasakan  selalu  berbuat  dengan  tertib  dan  menanamkan  rasa cinta tanah air, disiplin, gotong ronyong, rasa tanggung jawab dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Agar  kegiatan  upacara  tersebut berfungsi  secara  tepat  guna  dan  berdaya  guna,  diperlukan pengaturan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan di satuan masing-masing. 

Beberapa hal penting mengenai PENGERTIAN berikut, harus dulu dipahami:
a. Upacara adalah serangkaian perbuatan yang ditata dalam suatu ketentuan peraturan yang wajib
dilaksanakan  dengan  khidmat,  sehingga  merupakan  kegiatan  yang  teratur  dan  tertib,  untuk
memberntuk suatu tradisi dan budi pekerti yang baik.
 b.  Upacara  Umum  yaitu  upacara  yang  dilakukan  untuk  kegiatan  tertentu  dengan  menggunakan
peraturan yang berlaku secara umum.
c.  Upacara  Pembukaan  Latihan  dan  Upacara  Penutupan  Latihan  yaitu  upacara  yang  dilakukan
dalam  rangka  melaksanakan  usaha  memulai  dan  mengakhiri  suatu  pertemuan  di  lingkungan
GerakanPramuka.
d. Upacara Pelantikan yaitu :
1)  upacara  yang  dilakukan  dalam  rangka  peresmian  seorang  calon  menjadi  anggota  Gerakan
Pramuka, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2) upacara yang dilakukan dalam rangka pengangkatan pemegang jabatan tertentu dalam satuan.
e.  Upacara  Kenaikan  Tingkat,  yaitu  upacara  yang  dilakukan  dalam  rangka  pengesahan  kenaikan
tingkat  kecakapan  umum  yang  dicapai  oleh  seorang  anggota  Gerakan  Pramuka  sesuai  dengan
syarat kecakapan umum yang berlaku.
 f. Upacara Pindah Golongan, yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka pemindahan anggota dari
satu  golongan  ke  golongan  lain  yang  lebih  tinggi  dalam  usia  sesuai  dengan  ketentuan  yang
berlaku.
g. Upacara Meninggalkan Ambalan/Racana, yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka mengantar
Pramuka  Penegak  dan/atau  Pramuka  Pandega  untuk  terjun  ke  masyarakat  dan  berbakti  secara
langsung sesuai dengan bidangnya.
h. Pembina Upacara adalah Pembina dalam upacara yang menerima penghormatan, mengesahkan
pelaksanaan upacara dan merupakan pimpinan tertinggi dalam upacara itu.
 i.  Pengatur  Upacara  (Protokol)  adalah  petugas  yang  menyusun  dan  mengatur  pelaksanaan  tertib
acara dalam upacara, yang berkewajiban mengendalikan jalannya upacara.
 j. Pemimpin Upacara adalah petugas yang memimpin barisan peserta upacara.
k. Pembawa Acara adalah petugas yang membaca tertib acara dalam suatu upacara.
 l. Peserta Upacara adalah satuan-satuan yang berada di bawah pimpinan Pemimpin Upacara.
m.  Petugas  Upacara  adalah  orang-orang  yang  menunaikan tugas  tertentu  dalam  suatu  upacara
misalnya : pengibar bendera, pembaca Dasadarma, pemimpin lagu, dan lain-lain.

UNSUR-UNSUR POKOK DALAM UPACARA
Semua upacara dalam Gerakan Pramuka mengandung unsur-unsur pokok sebagai berikut :
a.  Bentuk  barisan  yang  digunakan oleh  peserta  upacara  selalu disesuaikan dengan  perkembangan
jiwa peserta didik.
1)  Bentuk  barisan  upacara  di  satuan  Pramuka  Siaga  adalah  lingkaran,  karena  perhatian  dan
perkembangan jiwanya masih terpusat  pada orang tua/Pembina.
2)  Bentuk  barisan  upacara  di  satuan  Pramuka  Penggalang  adalah  bentuk  angkare,  karena
perhatian dan perkembangan jiwanya telah mulai terbuka.
3)  Bentuk  barisan  upacara  di  satuan  Pramuka  Penegak  dan  Pramuka  Pandega  adalah  bersaf,
karena perhatian dan perkembangan jiwanya sudah terbuka luas.
4)  Jika  peserta  upacara  itu  terdiri  dari  dua  golongan  atau  lebih,  maka  bentuk  barisan  yang
digunakan  ditentukan  oleh  pimpinan  upacara  atau  pengatur  upacara  sesuai  dengan  keadaan
setempat.
b. Penghormatan kepada Bendera Sang Merah Putih dilakukan :
1) pada waktu pengibaran dan penurunan (penyimpanan) Sang Merah Putih ;
2) pada waktu Sang Merah Putih dibawa masuk atau keluar ruang upacara.
c. Pembacaan kode kehormatan dalam bentuk ketentuan moral budi pekerti :
1) untuk Pramuka Siaga, Dwidarma ;
2) untuk Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, Dasadarma.
Pada waktu pembacaan Dwidarma dan Dasadarma, para Pramuka tidak melakukan
penghormatan, tetapi penghormatan dilakukan pada saat pengucapan Dwisatya atau Trisatya.
d.Kewajiban  berdoa  kepada  Tuhan  Yang  Maha Esa  (dengan  menundukkan  kepala)  agar  selalu
mendapat rahmat dan hidayah dalam segala kegiatan.
e. Rangkaian seluruh upacara dilakukan dalam suasana khidmat dan bersungguh-sungguh.

Nah, sekarang kita berbicara mengenai kegiatan upacara di Perindukan Siaga.

Macam upacara di Perindukan Siaga meliputi :
a. Upacara Pembukaan Latihan
b. Upacara Penutupan Latihan
c. Upacara Pelantikan
d. Upacara Kenaikan
e. Upacara Pemberian Tanda Kecakapan Khusus
 f. Upacara Pindah ke Golongan Penggalang.

Untuk lebih menukik, kita membahas UPACARA PEMBUKAAN DAN PENUTUPAN LATIHAN dulu. Upacara lain, nanti kita bahas dilain waktu.

Upacara Pembukaan Latihan Perindukan Siaga adalah sebagai berikut :
a. Pemeriksaan kebersihan dan kerapihan anggota.
    Pemeriksaan ini bisa dilakukan dengan permainan ataupun langsung dibariskan lalu diperiksa.      Yang memeriksa tentu adalah Bunda/Yanda dan Bu Cik/Pak Cik. Biasanya pemeriksaan kebersihan badan meliputi kuku jari tangan, gigi, rambut, wajah dsb. Berikan penghargaan/pujian bagi yang bagus dan berikan nasihat bagi yang belum bagus.
 b. Memilih barung terbaik untuk memimpin upacara
Barung terbaik yang dimaksud biasanya adalah barung yang terbaik dalam menjaga kebersihan badan dan kerapian pakaian.
c. Barung terbaik menyiapkan perlengkapan upacara
d. Pemimpin Upacara memanggil anggota perindukan, untuk membentuk lingkaran besar
mengelilingi standar bendera.
Pemimpin upacara dalam Upacara pembukaan latihan siaga sering dilakukan oleh Sulung. Namun dibeberapa perindukan untuk kaderisasi kepemimpinan, pemimpin upacara bisa juga adalah pemimpin barung  yang menjadi barung terbaik
Dalam mengumpulkan para Siaga, Pin-up (pemimpin upacara) meneriakkan kata " Siaga!" dan oleh para Siaga dijawab dengan kata "Siap!" 
Kemudian ketika Pin-up memberi isyarat barisan LINGKARAN, para Siaga berkumpul membentuk barisan lingkaran. Saya anjurkan, agar lingkaran yang dibuat adalah berbentuk LINGKARAN KECIL DULU, dan kemudian Pin-up memberi aba-aba mundur 3 langkah. Maka terbentuk LINGKARAN BESAR. Karena biasanya mereka saling tarik tangan ketika langsung membuat lingkaran besar. Jangan lupa beri aba-aba "SIAP GERAK!" sebelum menghadap/menjemput pembina upacara.
e. 1) Pembina Upacara (Pembina Siaga) dijemput oleh Pemimpin Upacara dan mengambil tempat di
tengah lingkaran menghadap bendera dan pintu upacara.
Pin-up beri hormat ke Pembina Upacara, dan lapor upacara pembukaan latihan siap dimulai.
Kalimat laporan, sederhana saja. Misalnya : LAPOR BUNDA, UPACARA PEMBUKAAN LATIHAN SIAP DIMULAI!  ada juga yang lebih terkesan kesiagaannya dengan cara lapor: LAPOR BUNDA, TEMAN-TEMAN SUDAH SIAP UPACARA!. 
Kemudian Pembina Upacara (Bunda-Yanda) berjalan beriringan masuk dengan Pin-Up kedalam barisan. Pin-Up diposisikan di depan standar bendera membelakangi jalan masuk. Sementara pembina lanjut menempati posisi berhadapan dengan Pin-Up,  berdiri tegap dengan antara berupa standar bendera.
2) Para Pembantu Pembina Siaga masuk lingkaran upacara.
ketika Pembina Upacara masuk ke tengah barisan, maka para pembantu pembina yang hadir masuk ke dalam barisan diantara barung yang hadir.

  (maaf sholat Jum'at dulu......ya.....)

 f. Pemimpin Upacara mengambil bendera untuk dikibarkan.
g. Pada waktu bendera sampai dipintu upacara, semua anggota perindukan memberi hormat hingga
selesai.
h. Pembina Upacara (Pembina Siaga) membaca Pancasila ditirukan oleh semua anggota.
 i. Pemimpin Upacara membaca Dwidarma diikuti oleh semua anggota perindukan.
 j. Pemimpin Upacara kembali ke barungnya.
k. Pembina Upacara (Pembina Siaga) mengumumkan hal-hal yang perlu diketahui oleh anggota
perindukan.
 l. Pembina Upacara (Pembina Siaga) mengucapkan doa yang diikuti oleh anggota perindukan.

ASYIK....PESTA SIAGA!

Aku dan Kak Lukman (panitia inti Kwarran Mande)
"Asyik.....kita akan Pesta Siagaaaaaaa....!", Gemuruh suara teriakan pramuka Siaga di Pangkalan SDN Kademangan, sejenak setelah selesai upacara penutupan. Begitu gembiranya mereka. Ya, mereka tahu dan merasakan sebelumnya pernah mengikuti Pesta Siaga di Kwarcab Cianjur.


Hari ini, Kwarran Mande Cianjur menyelenggarakan kegiaran PESTA SIAGA. Saya sebagai Pelatih Pembina Kwarcab Cianjur melakukan monitoring. Tergelitik dengan banyaknya pertanyaan mengenai Pesta Siaga ini, saya mencoba tuliskan hal-hal yang saya ketahui mengenai Pesta Siaga. Semoga bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Untuk mencapai tujuannya Gerakan Pramuka menyelenggarakan pelbagai kegiatan. Kegiatan-kegiatan ini disajikan dengan tetap memperhatikan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. Salah satu kegiatan yang penting khususnya untuk Pramuka Siaga adalah PESTA SIAGA.

Pesta siaga merupakan sebuah PERTEMUAN BESAR yaitu berkumpulnya barung-barung siaga yang bukan saja berasal dari sebuah  perindukan atau gudep, namun juga dihadiri oleh barung siaga dari perindukan dan gudep lainnya.


Dalam pertemuan ini, bentuk kegiatannya dapat berbentuk TUNGGAL ( sejenis kegiatan) ataupun BERANEKA RAGAM (memadukan beberapa jenis kegiatan). Beberapa jenis kegiatan yang dapat disajikan baik secara tunggal atau paduan,adalah sbb:



  1. Permainan Bersama, adalah kegiatan keterampilan kepramukaan untuk golongan Pramuka Siaga, seperti menyusun puzzle, mencari jejak, permainan kim dan sejenisnya.
  2. Pameran Siaga, adalah kegiatan yang memamerkan hasil karya Pramuka Siaga.
  3. Pasar Siaga (Bazar), adalah simulasi situasi di pasar yang diperankan oleh Pramuka Siaga sebagai pedagang, sedangkan pembelinya masyarakat umum / orangtua.
  4. Darmawisata, adalah kegiatan wisata ke tempat tertentu yang pada akhir kegiatan Pramuka Siaga harus menceritakan pengalamannya, dalam bentuk lisan maupun tulisan.
  5. Pentas Seni Budaya, adalah kegiatan yang menampilkan kreasi seni budaya para Pramuka Siaga.
  6. Karnaval, adalah kegiatan pawai yang menampilkan hasil kreatifitas Pramuka Siaga.
  7. Perkemahan Satu Hari (Persari), adalah perkemahan bagi Pramuka Siaga yang dilaksanakan pada siang hari.
Tentu saja untuk menyelenggarakan kegiatan yang memenuhi PDK dan MK, maka kegiatan ini harus direncanakan dengan baik. Kemudian dikelola oleh Panitia yang memiliki kecakapan mengurusi usia anak 7 sampai 10 tahun. Setelah selesai acara perlu dilakukan evaluasi untuk menjadi bahan pertimbangan kegiatan sejenis di masa yang akan datang.

Sebaiknya acara dimulai dengan Upacara Pembukaan dan di akhiri oleh Upacara Penutupan

Kemudian laksanakan kegiatan sesuai dengan rencana, dengan tetap memperhatikan kepentingan dan kebutuhan peserta.
Berikut beberapa gambar jenis kegiatan dalam sebuah pesta siaga











Selanjutnya, untuk setiap peserta yang mengikuti acara pesta siaga dengan baik, sungguh-sungguh dan berprestasi, panitia penyelenggara kegiatan sudah seharusnya memberikan penghargaan. Sesuai dengan ketentuan dalam Gerakan Pramuka penghargaan itu diutamakan dalam bentuk TISKA (Tanda Ikut Serta Kegiatan) dan dilengkapi dengan piagam tertulis.  

Berikut contoh Tiska sesuai dengan Jukran Tanda Penghargaan No, 175 tahun 2012.
Tiska ini sebaiknya disematkan pada upacara penutupan. Disematkan pada pakaian, diatas tanda WOSM pada baju siaga putra atau yang setingkat ini pada pakaian siaga putri. Berlaku dipasang pada pakaian seragam pramuka untuk maksimal 6 bulan.
Sungguh beruntung bagi Siaga yang mengikuti acara ini, selain karena menyenangkan, - juga ada yang jangan dilupakan - bahwa dalam mencapai Syarat PRAMUKA GARUDA, Pesta Siaga menjadi poin wajib diikuti oleh siaga yang akan menjadi Pramuka Garuda.  Mereka wajib menempuhnya, dengan mengikuti minimal 2 kali kegiatan Pesta Siaga. Karena itu Gudep dan Kwartir wajib menjadikannya program kerja dalam setiap tahunnya, sehingga kemajuan peserta didik untuk menempuh syarat Pramuka Garuda dapat dilayani.
SELAMAT BERPESTA!